Salah satu Weltanschauung yang “mengerikan†pada periode ini diekspresikan oleh seorang demagog nasionalis dalam novel Michael Dibdin, Ded Lagoon dalam Samuel P. Huntington (1996). “Tidak ada kawan sejati tanpa musuh sejati.
Jika kita tidak mampu membenci apa yang kita benci, kita tidak akan mampu mencintai apa yang kita cintai. Itulah kebenaran-kebenaran masa lalu, yang secara menyedihkan kembali kita bangkitkan setelah terpendam selama satu abad dan bahkan dalam bentuk yang lebih sentimental. Barangsiapa mengingkari semua itu, berarti mengingkari nenek-moyang, warisan, kebudayaan, dan bahkan kelahiran mereka sendiri, milik mereka sendiri…
Semua itu tak mungkin terlupakan. “kebenarannya yang “tidak menguntungkan†dalam kebenaran-kebenaran masa lalu ini tidak dapat diabaikan begitu saja oleh para sarjana dan kalangan negarawan. Karena orang mencari identitas dan menemukan kembali etnisitas, permusuhan-permusuhan pun menjadi bagian yang tak terpisahkan, dan permusuhan yang paling berbahaya adalah berbagai benturan yang terjadi diantara peradaban-peradaban besar dunia.
Dalam konteks global, nasional dan daerah sekarang sedang mencari identitas diri. Para pemberi informasi/konten-kontennya sedang meliris identitas diri. Sedang yang merasa bahwa daerah kuasaannya diruntuhkan dengan informasi buruk akan menyebabkan identitas dan kekuasaannya akan menjadi buruk. Merupakan bentuk delegitimasi kekuasaan.
Sekarang ini masyarakat Lampung menjadi aktif dengan segala problematikannya. Masyarakat
Comments 0