Kuasa hukum Aji dan penyanyi Rafika, Irjen Pol (Purn) Hudit Wahyudi, S.H. saat ditemui di Polres Jakarta Selatan.
KOSADATA — Kepolisian mengamankan terduga pelaku kasus dugaan penghinaan dan tindakan tidak menyenangkan terhadap Aji dan penyanyi Rafika, sahabat pedangdut Cita Citata. Terduga pelaku berinisial JJBB ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Selatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Kasus tersebut berawal dari peristiwa yang terjadi di sebuah restoran kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada 1 Februari 2025. Saat itu, korban datang untuk memenuhi undangan makan bersama, namun situasi berubah menjadi insiden yang menimbulkan trauma.
Pengacara korban, Irjen Pol (Purn) Hudit Wahyudi, S.H., membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan pihaknya mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan guna memastikan bahwa terduga pelaku telah diamankan aparat kepolisian.
“Kami memastikan langsung ke Polres Metro Jakarta Selatan bahwa terduga pelaku sudah diamankan dan proses hukum berjalan,” ujar Hudit kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
Hudit menjelaskan, laporan polisi dibuat tidak lama setelah kejadian. Menurutnya, perbuatan terduga pelaku dinilai telah melampaui batas, terlebih karena diduga melibatkan anak di bawah umur.
Berdasarkan keterangan korban, terduga pelaku yang telah dikenal korban tiba-tiba menghampiri dan melontarkan kata-kata kasar serta penghinaan. Korban memilih tidak merespons perbuatan tersebut.
Namun, terduga pelaku justru semakin emosi. Pelaku diduga mengeluarkan makian dengan menyebut berbagai nama binatang, hingga melakukan tindakan tidak pantas dengan meludahi balita korban yang sedang tertidur di dalam kereta dorong.
Tak hanya itu, terduga pelaku juga diduga merampas telepon genggam korban dan membantingnya hingga rusak. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian materiil karena sejumlah data penting tersimpan di perangkat tersebut.
“Kerugian yang dialami klien kami bukan hanya secara psikis, tetapi juga materiil,” kata Hudit.
Atas dugaan penghinaan, perusakan barang, dan kekerasan
Comments 0