Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri forum UK–Indonesia Education Roundtable.
KOSADATA —Presiden Prabowo Subianto mengajak universitas-universitas Inggris untuk membuka kampus di Indonesia, terutama di bidang kedokteran dan sains teknologi. Hal tersebut ia ungkapkan saat dirinya menghadiri forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Inggris.
Prabowo mengungkapkan, Indonesia saat ini masih dihadapkan dengan persoalan kurangnya tenaga kedokteran. Sedikitnya, kata Prabowo,Indonesia membutuhkan 140 ribu dokter tambahan untuk memenuhi pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia.
"Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahun," kata Prabowo dala forum tersebut dikutip dari TEMPO pada Rabu, 21 Januari 2026.
Prabowo menerangkan, krisis sumber daya di bidang kedokteran tersebut semakin bertambah dengan pensiunnya sebagain dokter.
Untuk itu, Prabowo memandang perlu adanya rencana strategis yang diambil oleh pemerintah dalam menekan kekurangan 140 ribu dokter di tanah air, di mana salah satu strategi yang ditawarkan oleh pemerintah adalah dengan membuka banyak Kampus Kedokteran.
"Jadi ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” ucapnya.
Prabowo menerangkan, pemerintah ingin universitas Inggris dapat dapat membuka kampus kampus-kampus di Indonesia, terkhusus di bidang pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi.
“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo juga berencana membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus. Harapannya, langkah tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayana kesehatan dan mengurangi pengeluaran masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri.
Prabowo yakin bahwa seluruh persiapan pembukaan kampus Inggris di Indonesia dapat dilakukan dengan baik, sehingga universitas-unniversitas tersebut bisa membuka penerimaan mahasiswa pada tahun 2028.***
Update terus berita terkini Kosadata di Google News.
Comments 0