“Pada tiga tahapan ini, kami (peserta lomba) diberikan delapan misi, dan untuk bisa lolos babak kualifikasi setidaknya kami perlu menyelesaikan tiga misi,†ungkap Rayyan.
Setelah lolos babak kualifikasi, mahasiswa Departemen Teknik Sistem Perkapalan tersebut melanjutkan, para peserta yang lolos akan menjalani penilaian dengan sistem klasemen untuk dapat melaju ke babak selanjutnya. “Sistem penilaian dan misi yang sama juga diterapkan pada babak final, tetapi dengan sistem yang lebih ketat,†tambahnya.
Rayyan berharap selain gelar juara yang telah berhasil diraih oleh Tim Barunastra ITS ini, ke depannya Tim Barunastra ITS dapat mencoba tingkatan yang lebih tinggi lagi.
“Salah satunya adalah dengan mengikuti RobotX Competition yang melombakan kapal dengan skala yang lebih besar serta teknologi yang lebih canggih,†ucapnya.
Pada akhir wawancara, Rayyan mewakili Tim Barunastra ITS mengungkapkan terima kasihnya kepada para pihak yang telah mendukung selama ini. Tidak hanya dukungan dari ITS dan IKA ITS, tetapi juga dari berbagai pihak dan perusahaan yang telah berkontribusi dalam membantu Tim Barunastra ITS agar dapat mengikuti IRC 2023 ini. Antara lain dari PT PLN, PT Pertamina Patra Niaga, PT Meratus, PT Airfast Indonesia, PT Harbour Energy, PT PN X, PT Bukit Asam, dan PT Petrokimia Gresik. ***
Comments 0