Andreas Eddy Susetyo: RUU P2SK Penting Perkuat Ketahanan Ekonomi dari Gejolak Global

Restu Hanif
Apr 04, 2026

Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo. Foto: ist.

KOSADATA — Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo menekankan pentingnya Revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) sebagai instrumen strategis untuk membentengi perekonomian nasional dari berbagai ketidakpastian global.

Menurut Andreas, tujuan utama RUU P2SK adalah memperkuat arsitektur sektor keuangan domestik agar mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Intinya kan di situ. Tentu hal ini sangat berkaitan erat dengan kondisi geopolitik global saat ini yang penuh dengan tekanan,” ujar Andreas dilansir dari Parlementaria pada Sabtu, 4 April 2026.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti tiga isu utama yang menjadi perhatian DPR terkait pengelolaan keuangan negara di tengah tekanan global.

Pertama, disiplin anggaran. Pemerintah diminta konsisten mempertahankan defisit APBN maksimal 3 persen terhadap PDB.

Kedua, kualitas belanja negara. Andreas menekankan perlunya evaluasi apakah belanja pemerintah bersifat produktif dan mampu meningkatkan daya ungkit ekonomi masyarakat.

“Apakah belanja yang dilakukan oleh pemerintah itu merupakan belanja produktif yang benar-benar bisa meningkatkan daya ungkit ekonomi masyarakat? Ini yang terus kita evaluasi,” tegasnya.

Ketiga, batasan yang tegas antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia mengingatkan agar kebijakan fiskal yang ekspansif tidak mendominasi independensi Bank Indonesia dalam menjalankan kebijakan moneter.

Andreas berharap RUU P2SK sebagai regulasi omnibus law sektor keuangan dapat menjawab ketiga tantangan tersebut sekaligus mendorong pendalaman pasar keuangan (financial market deepening).

“Di situlah sebetulnya harapan besar dari Undang-Undang P2SK. Regulasi ini didesain untuk memperkuat ekonomi kita, terutama berfokus pada pendalaman pasar keuangan. Sehingga, kalau pasar keuangan kita sudah dalam dan kuat, maka goncangan atau sentimen negatif terhadap ekonomi yang berasal dari luar negeri relatif tidak akan


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0