Gadis Baduy tengah menjajakan durian lokal. Foto: ist
KOSADATA - Saat Musim durian, wilayah Suku Baduy, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten dipadati cukup banyak pengunjung. Terlebih, liburan ke kawasan adat memberikan kesan mendalam bagi penikmatnya.
Di Baduy, durian bukan hanya soal cita rasa, melainkan juga bagian dari tradisi dan kearifan lokal yang telah dijaga selama berabad-abad. Setiap tahunnya, ratusan pengunjung dari berbagai daerah datang untuk berburu durian yang tumbuh liar di hutan sekitar desa Baduy.
Menikmati Baduy dengan menyusuri hutan pedalaman untuk berburu durian liar memberikan kesan tersendiri. Ada juga durian yang sudah dijajakan di sepanjang perkampungan Baduy, tepat di depan rumah adat mereka.
Banyak wisatawan yang sengaja datang hanya untuk memborong durian. Tak cuma rasanya yang legit, harga durian yang dijual warga Baduy juga tergolong sangat murah. Satu buah durian biasa dijual dari Rp25 ribu sampai Rp50 ribu.
Durian-durian ini tumbuh secara alami tanpa intervensi teknologi modern, dan menurut masyarakat Baduy, buah ini memiliki rasa yang lebih manis dan tekstur yang lebih lembut dibandingkan durian di tempat lain.
Mbah Jaya, salah satu sesepuh adat Baduy, menjelaskan bahwa durian di wilayah mereka tumbuh dengan cara yang alami, tanpa campur tangan manusia yang berlebihan.
“Durian kami tumbuh secara alami tanpa campur tangan teknologi modern. Rasanya lebih manis dan teksturnya lebih lembut. Kami menjaga kelestarian hutan dan durian ini merupakan bagian dari kearifan kami,” kata Mbah Jaya, beberapa waktu lalu.
Selain berburu durian, pengunjung juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat adat Baduy yang terkenal dengan cara hidup sederhana dan harmoni dengan alam. Masyarakat Baduy sangat menjaga kelestarian alam dan tradisi mereka, serta menghindari penggunaan teknologi modern dalam kehidupan sehari-hari.
Andi, seorang pengunjung dari Jakarta, mengungkapkan kesan mendalam setelah berburu durian di Baduy. "Pengalaman ini sangat luar biasa. Tidak hanya bisa menikmati durian yang enak, saya juga bisa belajar banyak dari masyarakat Baduy tentang cara hidup yang selaras dengan alam," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Lebak, Imam Rismahayadin mengungkapkan, banyak wisatawan menyerbu Baduy untuk berburu durian khas Baduy. Terlebih, ungkapnya, saat libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru 2025 kemarin.
"Selain refreshing memang gak afdhol kalau ngga mencicipi durian Baduy yang memiliki rasa dan tekstur yang khas. Kebanyakan seperti itu pengakuan wisatawan," ucapnya
Bagi Anda yang tertarik untuk merasakan pengalaman berburu durian di pedalaman Baduy, perjalanan dimulai dari Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Dari Rangkasbitung, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan menuju Desa Cibeo, pintu gerbang utama menuju wilayah Baduy Dalam. Dari Cibeo, Anda harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, karena tidak ada akses kendaraan ke wilayah Baduy.
Pengunjung yang ingin memasuki kawasan Baduy Dalam perlu mematuhi aturan adat setempat, seperti tidak menggunakan teknologi modern, termasuk ponsel dan kamera, selama berada di dalam wilayah Baduy dalam.***
Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Sekjen PDIP Kembali Sindir PAN soal Isyarat Dukung Ganjar-Erick
POLITIK Mar 03, 2023Relawan Ganjar Pranowo Berikan Dukungan ke PDIP di Pilpres 2024
POLITIK Mar 09, 2023Tanpa Libatkan Demokrat dan PKS, Nasdem Tetapkan Cak Imin Jadi Cawapres Anies
POLITIK Aug 31, 2023
Comments 0