Colosseum Italia: Pernah Jadi Arena Maut, Kini Jadi Magnet Wisata Dunia

Indriani Siti Rahmani
Dec 29, 2025

Miniatur Colloseum di Bogor. Foto: kosadata

KOSADATA - Roma tidak pernah benar-benar tidur. Di jantung Kota Abadi itu, Colosseum berdiri megah—bukan sekadar bangunan tua, melainkan saksi bisu perjalanan peradaban manusia. Dari arena pertarungan berdarah hingga destinasi wisata kelas dunia, Colosseum Italia menyimpan kisah panjang yang membuat siapa pun terdiam saat menatapnya.

Melansir laman resmi UNESCO, Colosseum bukan hanya landmark utama Roma, tetapi juga simbol kejayaan Kekaisaran Romawi. Amfiteater raksasa ini mampu menampung hingga 50.000 penonton, menjadikannya yang terbesar yang pernah dibangun manusia. Tak heran, sejak 2007 Colosseum masuk daftar 7 Keajaiban Dunia Modern dan jauh sebelumnya diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pembangunan Colosseum dimulai pada tahun 72 M, di masa Kaisar Vespasianus dari Dinasti Flavia, dan rampung sekitar tahun 80 M pada era Kaisar Titus. Nama aslinya adalah Flavian Amphitheatre. Sebutan “Colosseum” muncul karena lokasinya berdekatan dengan patung raksasa Kaisar Nero, Colossus, yang kini sudah tak tersisa.

Arsitekturnya terbilang revolusioner untuk ukuran zamannya. Menggunakan batu travertine, beton, dan besi, Colosseum dirancang dengan sistem sirkulasi cerdas. Puluhan ribu penonton bisa masuk dan keluar hanya dalam hitungan menit—konsep yang bahkan masih dipakai stadion modern saat ini.

Arena Hiburan Rakyat, Sekaligus Alat Politik

Di masa Romawi, Colosseum adalah pusat hiburan publik. Di sinilah pertarungan gladiator digelar, hewan buas dilepas ke arena, drama epik dipentaskan, hingga eksekusi publik dilakukan. Bahkan, arena ini pernah diisi air untuk menggelar naumachia—simulasi pertempuran laut.

Semua pertunjukan itu gratis. Inilah praktik panem et circenses—roti dan sirkus—cara penguasa menjaga loyalitas rakyat melalui hiburan massal. Riuh sorak penonton kala itu kini tinggal gema sejarah.

Colosseum memiliki empat lantai


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0