Menteri Teuku hadiri Sidang tahunan ke-66 WIPO. Foto: ist
KOSADATA — Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menegaskan, Indonesia akan terus memperkuat ekosistem kekayaan intelektual (KI) global yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal ini dia sampaikan saat rangkaian 66th Series of Meetings of the Assemblies of the Member States of the World Intellectual Property Organization (WIPO) di Jenewa, Swiss
Teuku menekankan bahwa KI bukan semata-mata alat perlindungan hukum, melainkan menjadi penggerak utama ekonomi kreatif dan digital.
“Kami ingin memastikan bahwa KI menjadi insentif, bukan hambatan, bagi para kreator dan pelaku usaha, khususnya di era ekonomi digital,” kata Teuku dalam keterangannya, Jum'at, 18 Juli 2025.
Indonesia juga menyoroti keberhasilan penyelenggaraan side event bertajuk Local Roots, Global Reach: Showcasing Indonesia’s Intellectual Properties, yang memperkenalkan karya lokal seperti komik Tahilalats.
Komik tersebut kini hadir di maskapai penerbangan dan kereta internasional, mencerminkan potensi KI sebagai alat diplomasi budaya sekaligus motor ekspansi ekonomi.
“Pemanfaatan kekayaan intelektual secara strategis dapat mendorong pengakuan global terhadap karya anak bangsa, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya,” kata Teuku.
Dalam forum tersebut, Indonesia turut memaparkan progres proyek Development Agenda on Creative Industries in the Digital Era yang didukung WIPO. Program ini telah memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku kreatif Indonesia untuk menavigasi tantangan dunia digital dan membangun kesadaran akan pentingnya manajemen KI.
Teuku menyebut proyek itu sebagai cerminan dari strategi nasional Indonesia yang menjadikan kekayaan intelektual sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan.
“Perjalanan Indonesia mencerminkan upaya kami dalam menjadikan KI sebagai bagian integral dari strategi pembangunan nasional,” ucapnya.
Ia pun mengapresiasi kepemimpinan WIPO dan menegaskan kesiapan Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama
Comments 0