Foto: ist.
Himmel Sihombing mengakui pentingnya teknologi geospasial dalam mendukung proses bisnis ketenagalistrikan yang semakin kompleks. Pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan konsumsi listrik mendorong peningkatan aset kelistrikan secara signifikan.
“Semakin banyak dan kompleks aset kelistrikan, maka kita harus tahu secara pasti lokasi setiap aset tersebut. Di sinilah geospasial berperan sangat penting,” ujar Himmel.
Ia menambahkan bahwa teknologi geospasial memungkinkan pemetaan aset secara akurat, mulai dari gardu induk, jaringan transmisi, hingga pembangkit listrik. Hal ini krusial untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
Himmel juga mengaitkan peran geospasial dengan agenda transisi energi menuju target net zero emission 2060. Pengembangan energi baru terbarukan yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil, membutuhkan data spasial yang presisi.
“Sumber energi terbarukan tersebar di banyak lokasi, termasuk di remote area. Kita harus mengetahui posisi dan potensinya secara akurat, dan geospasial menjadi kunci,” pungkasnya.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0