|

Tawarkan Politik Pemberdayaan, Putri Wapres Ma’ruf Dilantik Sebagai Ketum PDRI

Peri Irawan
January 24, 2023
0
1 minute

KOSADATA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi melantik Ketua Umum Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Siti Nur Azizah dan jajaran pengurusnya, di Auditorium Yudhoyono, kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta.

Siti Nur Azizah yang merupakan putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengaku telah menyiapkan beragam program untuk lebih memberdayakan perempuan Indonesia dan memenangkan Partai Demokrat pada Pemilu 2024 mendatang.

“Sebagaimana kasih Ibu kepada beta, yang tak terhingga sepanjang masa, di bawah kepemimpinan yang akan saya jalani, PDRI bertekad mewujudkan gagasan Perempuan Berdaya di Era Digital,” ujar Azizah di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Azizah yang rela meninggalkan posisi nyamannya sebagai apartur sipil negara (ASN) di Kementerian Agama beberapa tahun yang lalu untuk terjun ke dunia politik memiliki alasan yang tegas. Dirinya ingin memperjuangkan harkat dan derajat kaum perempuan melalui jalur politik.

Sehingga melalui PDRI, Azizah bertekad mendorong partisipasi aktif kaum perempuan di kancah politik sebagai ikhtiar untuk menatap masa depan yang lebih cerah.

“PDRI mengusung konsep politik pemberdayaan, sebagai antitesa dari politik pelemahan. Sebab politik pemberdayaan lebih dekat dengan Demokrat, sedangkan politik pelemahan lebih dekat dengan kaum oligarki,” tegasnya.

Dia menerangkan, konsep berdaya dapat diterjemahkan sebagai sebuah modal bagi kemajuan perempuan Indonesia. “Apa itu berdaya? Berdaya adalah konsep tentang berani, berbeda, lalu berjaya. Kalau perempuan Demokrat berani, dan mampu tampil berbeda, dijamin dia akan berjaya dalam memberikan kontribusi bagi masa depan diri, partai, dan negaranya,” jelasnya.

Penulis buku Towards Halal ini juga melakukan terobosan dengan meluncurkan aplikasi PDRI Digital. Menurut Azizah, karena PDRI saat ini hidup di era digital, maka konsep berdaya juga harus dimanifestasikan secara digital. Maka peluncuran PDRI Digital bisa dimaknai sebagai simbol kebangkitan politik perempuan Indonesia.

“Platform digital ini masih terus dikembangkan, terus diujicobakan sebagai pembelajaran, sehingga diharapkan akan mampu menangkap semangat jaman. Dalam platform tersebut menu yang paling penting adalah pemenangan politik, baik legislatif maupun eksekutif. Dengan cara ini, suara dan kinerja perempuan demokrat tidak bisa disepelekan dalam mendukung kemenangan partai di tahun 2024,” tuturnya.

Aplikasi PDRI Digital memudahkan para calon legislatif perempuan Partai Demokrat memprediksi seberapa besar suara yang akan didapat dalam pemilu, dari mana saja mendapatkan suara, mengetahui kelemahan jaringan, juga meningkatkan efektifitas kerja tim relawan.

“PDRI Digital membantu kita mengetahui berapa perolehan suara kita sesungguhnya di hari H pemilu, bahkan bagaimana dokumen pemilu kita tetap aman sebagai bukti gugatan bila kita dicurangi, dan bagaimana tabulasi suara kita dibandingkan calon lain yang potensial di dapil kita,” katanya.***

Related Post

Post a Comment

Comments 0

Trending Post

Latest News