|

Bidik Pemalang dan Brebes, Ganjar Tekan Kemiskinan dengan Libatkan Perusahaan

Ida Farida
January 25, 2023
0
1 minute

KOSADATA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku akan lebih memperhatikan Pemalang dan Brebes dalam menekan kemiskinan di Jawa Tengah. Dua wilayah ini menjadi prioritas karena masuk kategori miskin ekstrem diukur dari pengeluaran di bawah Rp 400 ribu per bulan.

"Ada dua wilayah di bagian barat pantura Jateng yang perlu perhatian lebih soal kemiskinan, yakni Pemalang dan Brebes," ujar Ganjar saat koordinasi percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Pendapa Kabupaten Pemalang, dikutip Rabu (25/1/2023).

Kemiskinan ekstrem di wilayah ini, jelasnya, dikarenakan warga tidak bekerja. Untuk itu, Ganjar mendorong perusahan-perusahaan agar mau mempekerjakan warga lokal untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.

"Hasilnya, perusahaan mau menerima masyarakat miskin untuk bekerja, bahkan yang tidak punya skill sekalipun. Di Pemalang sendiri langsung ada sekitar 800 lowongan pekerjaan yang diharapkan bisa diisi warga yang masuk kategori miskin ekstrem tersebut," katanya.

Meski demikian, kata Ganjar, warga Jawa Tengah harus tetap diberikan pelatihan agar memiliki skill mumpuni agar bisa diterima bekerja di perusahaan. Saat ini, katanya, Pemprov Jawa Tengah gencar melakukan pelatihan kerja dan  menggandeng perusahaan agar menerima warga yang masuk kategori miskin ekstrem.

Dalam hal ini, dia meminta seluruh pemkab/pemkot sampai tingkat desa agar mendata untuk memastikan ke warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem dan kemiskinan yang tidak ekstrem. Jika perlu diintervensi, pemerintah punya gambaran intervensi apa yang akan diberikan.

Apakah sudah ada sumber keuangannya atau belum, jika belum maka bisa menggunakan CSR, Baznas, atau dari pihak lain. Termasuk soal pendidikan dari anak yang tidak sekolah, Ganjar siap memaksimalkan SMKN Jateng sebagai solusi agar anak-anak tersebut bisa sekolah.

"Karena sekolah dibutuhkan mereka yang rata-rata salah satu indikator kemiskinan adalah sekolah. Maka saya minta, cari orangnya, dengan tanda petik, harus berangkat ke sekolah, kita memberikan fasilitas. Mudah-mudahan dari SMK Jateng itu kan ada tiga sekarang, tambah 15 kan ada 18. Bisa kita titipkan sana-sini," ungkap Ganjar. ***

Related Post

Post a Comment

Comments 0

Trending Post

Latest News