|

Butuh Sosok Seperti Arjuna Buat Ngurus Kota Besar Sekelas Jakarta

Eka Putri
Jan 19, 2023
0
1 minute

KOSADATA - Siapa tidak kenal dengan tokoh Pandawa Lima dalam kisah pewayangan bernama Arjuna. Sosoknya yang cerdik, pendiam, santun tapi pemberani dengan keahlian memanah yang sudah terlihat sejak dia kecil menjadikan Arjuna muda disegani sehingga diberi gelar Maharathi, atau Ksatria Terkemuka.

Ketua Umum Rumah Aktivis Institute (RAI) Indonesia, Andri Nurkamal mengatakan, filosofi dalam cerita pewayangan memiliki nilai implementatif yang selalu relevan pada setiap waktu, terutama dalam konteks politik dan pemerintahan Indonesia, misalnya di Jakarta.

Andri mencontohkan dengan sosok Arjuna dalam seri Mahabharata yang jiwanya harus ditumbuhkan di Jakarta. Menurutnya, untuk menuntaskan berbagai persoalan kompleks di Jakarta dibutuhkan sosok pemimpin yang punya kecerdasan dan karakteristik seperti Arjuna. 

"Kompleksitas Jakarta memang lebih tinggi dari daerah lainnya. Dari aspek kultur yang heterogen, persaingan ekonomi dan intensitas pergerakan manusia dimana kita tahu Jakarta adalah kota besar yang tidak pernah mati," ujar Andri di Jakarta, Kamis (19/1/2023). 

"Makanya itu butuh sosok yang cerdas, santun, tidak banyak bicara dan penyayang ke rakyat kecil seperti Arjuna. Di negara Amarta, Arjuna adalah petarung pemberani saat di medan laga," lanjutnya.

Lebih lanjut Andri mengisahkan, bagaimana Arjuna bersama para Pandawa lainnya bersiasat saat menerima hukuman pengasingan usai kalah pertaruhan dengan Kurawa. 

Menurut Andri, kecintaan Arjuna kepada wong cilik terlihat saat dalam hukuman itu, mereka melakukan penyamaran dan berbaur dengan rakyat biasa. Bahkan, Arjuna tidak segan berbagi pengetahuan kepada masyarakat.

"Kebiasaan merasakan penderitaan rakyat kecil tersebut yang akhirnya membentuk karakter lembut dan cinta serta mengayomi masyarakat kecil. Dan sifat ini yang memang harus dimiliki seorang pemimpin di kota besar sekelas Jakarta," ungkapnya. 

Selain itu, lanjut Andri, kepatuhan Arjuna terhadap aturan mesti ditiru para pemimpin. Andri menceritakan saat Arjuna menahan ambisi membunuh Karna lantaran terikat aturan peperangan Baratayudha.

"Padahal secara power, Arjuna sudah sangat punya kesempatan menghabisi Karna yang kala itu menjadi lawannya. Tapi karena Arjuna patuh pada aturan, dia memilih tidak membunuhnya. Dan tipikal pemimpin seperti ini yang memang diperlukan rakyat. Patuh aturan dan tidak banyak improve politik," ucapnya.

"Jakarta boleh diibaratkan sebagai wilayah yang subur dan berlimpah potensi kekayaan sehingga memikat setiap masyarakat Indonesia untuk bertaruh hidup di sini. Terbayang bagaimana keragaman segala aspek itu ada di sini. Maka perlu pemimpin yang piawai dan cerdik sehingga bisa menumbuhkan keadilan dan kesetaraan bagi rakyatnya," pungkasnya.

Related Post

Post a Comment

Comments 0

Trending Post

Latest News