Penyerahan penghargaan Green Leadership PROPER oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (tengah) kepada Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan), disaksikan oleh Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang P
“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. PROPER adalah momentum untuk bertransformasi dari sekadar compliance menjadi lead dalam transisi energi,” ujarnya.
Dalam periode 2021–2025, PLN berhasil meningkatkan reduksi emisi gas rumah kaca dari 12,9 juta ton CO₂ menjadi 51,1 juta ton CO₂. Perseroan juga mencatat kemajuan pengembangan EBT yang telah mencapai sekitar 9,4 GW pada 2025.
Sebagai bagian dari dekarbonisasi, PLN mengembangkan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia di PLTGU Muara Karang (2023) dan GHP pertama di Asia Tenggara berbasis panas bumi di PLTP Kamojang (2024). Saat ini, GHP tersebar di 22 lokasi dengan total kapasitas 203 ton per tahun.
“Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkasnya.
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0