BAZNAS dan KBRI Kembangkan Zakat untuk Permasalahan Pekerja Migran di Malaysia

Abdillah Balfast
Oct 19, 2023

BAZNAS kembangkan zakat pekerja migran

KOSADATA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur membahas pengembangan dana zakat untuk membantu berbagai persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Kedua pihak sepakat mengembangkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk sejumlah program, khususnya kesehatan dan pendidikan bagi para PMI di Malaysia.

Wakil Kepala Perwakilan/Deputy Chief of Mission KBRI Kuala Lumpur, Rossy Verona mengatakan, saat ini terdapat 450 ribu PMI yang terdata. Tentu jumlah PMI di lapangan bisa jauh lebih banyak, kemungkinan tiga kali lipatnya. 

Menurut Rossy, tugas dan fungsi BAZNAS dalam penanggulangan kemiskinan sangat relevan dengan tugas KBRI dalam perlindungan PMI.

"Permasalahan yang dialami PMI di Malaysia sangat banyak, namun anggaran untuk mengatasinya masih terbatas," kata Rossy saat menerima kunjungan BAZNAS di KBRI Kuala Lumpur, Rabu (18/10/2023).

Oleh karena itu, pihak KBRI menyambut baik kehadiran BAZNAS untuk bersama-sama mengatasi persoalan PMI di negeri jiran tersebut.

Rossy merinci sejumlah persoalan yang kerap dihadapi PMI di Malaysia, dan membutuhkan peran banyak pihak untuk menyelesaikannya.

Pertama, masalah pendidikan anak-anak PMI yang dalam peraturan Malaysia masih sulit untuk mendapatkan pendidikan formal, terutama karena masalah legalitas kewarganegaraan.

"Selama ini KBRI mendirikan sanggar belajar sebagai solusi pendidikan anak-anak ini. Gaji guru ditanggung secara gotong-royong oleh para PMI," ujar Rossy.

Untuk beberapa wilayah, Pemerintah Indonesia telah mengembangkan Community Learning Centre (CLC) untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak PMI di Malaysia, namun jumlahnya masih terbatas.

CLC merupakan lembaga pendidikan yang dibentuk atas dasar prakarsa dari, oleh dan untuk masyarakat,


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0