Perkuat Jejaring Global, ITPLN Jajaki Double Degree dan PKM Internasional dengan Kampus Unggulan Malaysia

Abdillah Balfast
Jan 15, 2026

Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa saat presentasi di acara GLU–APERTI BUMN Student Engagement Programme 2026

KOSADATA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) terus memperluas jejaring internasional dengan menjajaki kerja sama strategis bersama sejumlah kampus ternama di Malaysia yang tergabung dalam Alliance of Government-Linked Universities (GLU Malaysia). Penjajakan ini mencakup pengembangan program pascasarjana berbasis Double Degree, riset bersama, mobilitas mahasiswa, hingga pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional.

Hal tersebut disampaikan Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa dalam rangkaian peluncuran GLU–APERTI BUMN Student Engagement Programme 2026 yang berlangsung pada 12–14 Januari 2026 di Malaysia.

Menurut Prof. Iwa, kolaborasi internasional ini disusun dalam kerangka empat pilar utama, yakni akademik, riset, student mobility, dan keberlanjutan (sustainability).

“Kami mendorong kerja sama ini tidak berhenti pada nota kesepahaman, tetapi sampai pada implementasi nyata yang memberi dampak langsung bagi mahasiswa, dosen, dan institusi. Program e-mobility bahkan bisa ditingkatkan menjadi pengabdian kepada masyarakat internasional,” ujar Prof. Iwa saat ditemui di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan program Double Degree pascasarjana ITPLN akan diperluas bersama sejumlah mitra utama di Malaysia, di antaranya Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) dan Multimedia University (MMU), yang telah menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi.

“Untuk mahasiswa S2, bisa diprogramkan mengikuti riset selama satu bulan hingga satu semester di UNITEN atau MMU, dan skema ini bersifat resiprokal,” katanya.

Melalui skema tersebut, mahasiswa pascasarjana ITPLN berkesempatan terlibat dalam riset bersama di Malaysia, sementara mahasiswa dari UNITEN dan MMU juga dapat melakukan riset di ITPLN. Model ini dinilai efektif dalam mempercepat transfer pengetahuan, keahlian, serta memperkuat publikasi ilmiah lintas negara.

“Proyek kajian bisa dilakukan bersama, baik bertema Indonesia maupun Malaysia. Para pakar dari masing-masing institusi dapat


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0