Catatan Kritis Atas Tulisan Andri Nurkamal

Joeang Elkamali
Mar 25, 2026

Jajang Hidayatullah, M.Ag., penulis: Sekretaris Bidang Pendidikan Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam (PERSIS)

relevan secara kontekstual.


Konsep kepemimpinan “akomodatif” yang diusulkan dalam tulisan tersebut memerlukan pendalaman definisi agar tidak menimbulkan ambiguitas dalam implementasi. Istilah akomodatif sering kali dipahami sebagai kemampuan merangkul semua pihak, namun dalam praktik organisasi, tanpa batasan yang jelas, ia berpotensi berubah menjadi sikap kompromistis yang berlebihan. Dalam perspektif manajemen organisasi Islam, kepemimpinan tidak hanya menuntut kemampuan merangkul, tetapi juga ketegasan dalam mengambil keputusan berbasis prinsip. Konsep al-ḥaqq lā yu‘raf bi al-rijāl, walākin al-rijāl yu‘rafūna bi al-ḥaqq menegaskan bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang mengusungnya, melainkan harus menjadi standar bagi semua pihak. Oleh karena itu, pemimpin tidak cukup hanya akomodatif, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk menolak pandangan yang tidak sejalan dengan prinsip syariat, meskipun datang dari kelompok mayoritas atau berpengaruh dalam struktur organisasi.


Lebih lanjut, gagasan tentang figur pemimpin ideal yang digambarkan sebagai “dirigen peradaban” memiliki nilai inspiratif, tetapi berpotensi jatuh pada romantisme kepemimpinan yang terlalu personalistik. Dalam pendekatan ilmiah terhadap organisasi modern, keberhasilan sebuah gerakan tidak semata ditentukan oleh kualitas individu pemimpinnya, melainkan oleh kekuatan sistem yang menopangnya. Ketergantungan berlebihan pada figur berisiko menciptakan kultus individu yang bertentangan dengan prinsip kolektivitas dalam Islam. Konsep syūrā (musyawarah) menekankan bahwa keputusan terbaik lahir dari proses deliberatif yang melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, fokus pembahasan seharusnya tidak hanya pada siapa yang memimpin, tetapi juga bagaimana sistem kepemimpinan dibangun agar mampu berjalan secara berkelanjutan meskipun terjadi pergantian figur.


Tulisan tersebut juga menekankan pentingnya harmoni antara tiga pilar sebagai kunci keberhasilan organisasi. Namun, konsep harmoni yang tidak disertai mekanisme operasional yang jelas berpotensi menjadi slogan


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Related Post

Post a Comment

Comments 0