Catatan Kritis Atas Tulisan Andri Nurkamal

Joeang Elkamali
Mar 25, 2026

Jajang Hidayatullah, M.Ag., penulis: Sekretaris Bidang Pendidikan Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam (PERSIS)

sebagai beban (ḥiml), melainkan juga sebagai pelajaran (‘ibrah) yang membimbing arah gerak ke depan. Jika narasi yang dibangun terlalu menekankan aspek krisis dan beban, maka terdapat risiko lahirnya mentalitas reaktif yang cenderung defensif, bukan konstruktif. Padahal, Al-Qur’an mengajarkan keseimbangan antara khauf (kewaspadaan) dan rajā’ (harapan). Oleh karena itu, penting untuk menempatkan Muktamar bukan hanya sebagai respon terhadap krisis, tetapi juga sebagai manifestasi dari tajdīd (pembaruan) yang berakar pada optimisme iman. Tanpa keseimbangan ini, arah gerak organisasi berpotensi didominasi oleh kecemasan kolektif yang melemahkan daya kreatif kader.
Analisis tentang krisis multidimensi umat yang diangkat dalam tulisan tersebut memang relevan, namun cenderung bersifat generalisasi yang kurang disertai data empiris yang spesifik. Penyebutan ketimpangan ekonomi, banalitas politik, disrupsi teknologi, dan kerusakan ekologis merupakan isu global yang valid, tetapi tidak seluruhnya memiliki dampak yang seragam pada basis kader Pemuda persis di tingkat lokal. Dalam pendekatan ilmiah, generalisasi tanpa diferensiasi konteks berpotensi melahirkan diagnosis yang kurang tepat. Konsep fiqh al-wāqi’ (pemahaman terhadap realitas) menuntut pembacaan yang lebih rinci dan kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan pemetaan berbasis data mengenai kondisi riil kader di berbagai daerah agar solusi yang ditawarkan tidak bersifat abstrak. Tanpa basis data yang kuat, narasi krisis hanya akan menjadi retorika yang menggugah emosi, tetapi lemah dalam implementasi strategis yang terukur dan berkelanjutan.


Konsep tiga pilar—Ulama, Intelektual, dan Aktivis—merupakan konstruksi yang menarik, namun perlu diuji validitas kategorisasinya. Dalam realitas sosial, batas antara ketiga kategori tersebut tidak selalu tegas. Seorang Ulama bisa sekaligus menjadi Intelektual dan Aktivis, demikian pula sebaliknya.


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Related Post

Post a Comment

Comments 0