Catatan Kritis Atas Tulisan Andri Nurkamal

Joeang Elkamali
Mar 25, 2026

Jajang Hidayatullah, M.Ag., penulis: Sekretaris Bidang Pendidikan Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam (PERSIS)

Kategorisasi yang terlalu kaku berpotensi menciptakan dikotomi yang justru bertentangan dengan prinsip integrasi ilmu dalam Islam. Tradisi Ulama klasik menunjukkan bahwa figur seperti imam-imam besar tidak hanya menguasai ilmu syar’i, tetapi juga aktif dalam dinamika sosial dan memiliki ketajaman analisis. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih tepat adalah melihat ketiga dimensi tersebut sebagai spektrum kompetensi, bukan sebagai entitas yang terpisah. Dengan demikian, pengembangan kader seharusnya diarahkan pada integrasi tafaqquh fiddīn, kecakapan Intelektual, dan kemampuan praksis secara simultan, bukan sekadar mengelompokkan kader ke dalam kotak-kotak identitas tertentu yang berpotensi membatasi perkembangan mereka.


Penekanan pada pilar ke-ulamaan sebagai penjaga kemurnian wahyu merupakan hal yang tidak dapat diperdebatkan. Namun, argumentasi yang menempatkan Ulama secara hierarkis di atas dua pilar lainnya perlu dijelaskan secara lebih proporsional. Prinsip al-‘ilmu qablal qaul wal ‘amal memang benar, tetapi implementasinya tidak selalu berarti subordinasi mutlak peran Intelektual dan Aktivis. Dalam banyak kasus, realitas sosial justru memberikan umpan balik yang memperkaya pemahaman keagamaan itu sendiri. Konsep ijtihād jamā’ī (ijtihad kolektif) menegaskan bahwa pengambilan keputusan idealnya melibatkan berbagai disiplin ilmu. Oleh karena itu, hubungan antara Ulama, Intelektual, dan Aktivis seharusnya bersifat dialogis, bukan hierarkis secara kaku. Jika hierarki dipahami secara sempit, maka ada risiko lahirnya otoritarianisme epistemik yang dapat menghambat dinamika berpikir dan inovasi dalam organisasi.


Pada bagian yang membahas bahaya aktivisme tanpa ilmu, tulisan tersebut memberikan peringatan yang penting. Namun demikian, narasi yang dibangun cenderung terlalu pesimistis terhadap aktivisme. Aktivisme tidak selalu identik dengan pragmatisme atau manipulasi politik. Dalam banyak konteks, justru aktivisme


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Related Post

Post a Comment

Comments 0